•  
  • SQL

    21 Jan 20110 komentar
    بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

    SQL
    Pengertian SQL
    SQL (yang biasa dibaca sequel) merupakan kependekan dari Structured Query Language yaitu bahasa yang dirancang khusus untuk komunikasi dengan database. Tidak seperti bahasa-bahasa lainnya (seperti bahasa C, basic, pascal atau bahasa pemprograman yang lain) Bahasa SQL sengaja di rancang untuk melakukan hal secara sederhana dan efisien untuk membaca dan menulis data dari suatu database.
    Manfaat dari SQl antara lain :
    SQL bukanlah bahasa kepemilikan yang digunakan oleh vendor database perorangan. Hampir semua database besar mendukung SQL, sehingga dengan mempelajari bahasa SQL, anda dapat berinteraksi dengan hampir seluruh database besar yang beredar seperti Ms. SQL server, Oracle, Ms. Access, atau MySQL. SQL mudah dipelajari, karena semua statement dibuat berdasarkan kata-kata dalam bahasa inggris yang umum. SQL benar-benar suatu bahasa yang kuat, dan dengan kepandaian menggunakan unsur-unsur bahasa tersebut, anda dapat melakukan pengoperasian database yang kompleks dan sulit.



    Sebelum anda masuk ke bahasa SQL, ada baiknya mengenal terlebih dahulu dasar-dasar database, apa sebenarnya SQL dan apa yang bisa dilakukannya.

    Pengertian database
    Sadar ataupun tidak sadar, sebenarnya anda selalu menggunakan database dalam kehidupan keseharian. Misalkan saja saat seorang guru mengisikan nilai-nilai be buku nilai, guru tersebut sudah menggunakan database, atau saat anda sedang mencari situs tertentu dengan menggunakan search engine seperti GOOGLE atau Yahoo, anda sedang menggunakan database, atau mungkin ketika anda menggunakan kartu ATM pada mesin ATM, saat memasukkan PIN dan melakukan transaksi, database-lah yang anda gunakan.
    Walaupun dalam kehidupan sehari-hari secara sadar ataupun tidak menggunakan database, masih saja terbesit dibenak apa itu database ?
    Secara sederhana database adalah kumpulan data yang disimpan dengan beberapa cara pengorganisasian. Coba anda bayangkan sebuah sebuah lemari berkas/filing kabinet, itu adalah lokasi fisik yang sederhana menyimpan data, tanpa memperhatikan jenisnya atau
    bagaimana diaturnya.

    Tabel
    Tabel adalah daftar data yang terstruktur dengan tipe khusus. Misalkan dalam lemari berkas, untuk menyimpan informasi tentunya dengan membuat file-file yang diletakkan lemari kabinet dan setelah itu menempatkannya kedalam file khusus, dan file itulah dalam suatu database dikenal dengan tabel.

    Kolom dan Tipe data
    Biasanya dalam suatu tabel terdiri dari satu atau lebih kolom. Kolom berisi bagian informasi dalam tabel. Misalkan dalam daftar nilai, terdapat kolom nama yang berisi seluruh nama-nama siswa, kolom nilai ulangan harian, berisi seluruh nilai harian siswa, kolom nilai ulangan Umum, berisi seluruh nilai ulangan umum, dan kolom-kolom lainnya.
    Setiap kolom memiliki jenis/tipe data tertentu dan saling terkait. pada contoh diatas kolom nilai ulangan harian berisi nilai yang berupa angka, dalam database dikenal dengan numerik. Kolom dalam database lebih dikenal dengan istilah field.

    Baris
    Kembali pada contoh daftar nilai, misalkan berisi data dengan nama siswa Andi, nilai ulangan hariannya 8, dan nilai ulangan umum 7, nama siswa Beni, nilai ulangan harian 8, dan nilai ulangan umum 7, begitu seterusnya dan data-data itulah diletakkan disetiap baris suatu kolom.
    Dalam dunia database, istilah baris dikenal dengan nama record

    Kunci
    Dalam suatu baris yang terdiri dari beberapa kolom untuk melakukan pengindifikasian suatu baris. Misalkan pada tabel daftar nilai untuk pengindifikasian dengan kolom ID atau berupa no induk dari siswa tersebut.
    Kolom tersebut yang mengidentifikasikan secara unik setiap baris di dalam suatu tabel disebut primary key atau kunci primer. Tanpa kunci primer, proses pembaharuan (update) dan penghapusan baris-baris khusus pada tabel akan menjadi sulit.

    Dalam kolom primary key, haruslah memenuhi syarat-syarat berikut :
    Dua baris tidak bisa memiliki nilai kunci primer yang sama Setiap baris harus memiliki nilai kunci primer artinya kolom tidak boleh ada yang kosong Kolom yang berisikan nilai kunci primer tidak pernah dapat dimodifikasi dan diperbaharui Nilai kunci primer tidak dapat digunakan kembali.
    Kunci primer biasanya ditempatkan pada kolom tunggal di dalam tabel. Tetapi ini tidak harus, karena banyak kolom yang digunakan bersama-sama sebagai kunci primer. Jika digunakan banyak kolom maka aturan diatas harus diterapkan pada semua kolom dengan nilai-nilai kolom yang unik.
    untuk memahami penjelasan diatas perhatikan contoh dibawah ini :
    Misalkan anda memiliki tabel dengan nama daftar_nilai, dengan data-data sebagai berikut :

    Microsoft SQL Server adalah program Sistem Manajemen Dasis Data Relasional. Susunan dari Microsoft SQL Server dibagi menjadi tiga komponen. SQL OS yang melakukan layanan utama pada SQL Server, misalnya mengatur aktifitas, pengaturan memori, dan pengaturan Input/Output; Relational Engine yang bekerja sebagai penghubung komponen database, tabel, query, dan perintah tersimpan dan Protocol Layer yang mengatur fungsi-fungsi SQL Server.
    Nama        : Oracle
    Developer    : Orace Corporation
    Deskripsi Singkat :

    Oracle adalah salah satu software sistem manajemen basis data relasional yang cukup diminati, dikenal, dan dipakai saat ini. Versi terbaru dari Oracle adalah Oracle 11g.Software ini biasa digunakan untuk pengaksesan data yang dilakukan secara online.
    Nama        : MySQL
    Developer    : MySQL AB
    Versi Terakhir    : 5.0.41 (Mei 2007)
    Link        : www.mysql.com
    Deskripsi singkat :

    My SQL adalah perangkat lunak sistem manajemen basis data yang diciptkan untuk dapat dilakukan instalasi secara gratis (open source). Hingga saat ini MySQL telah lebih dari 6 juta instalasi.

    Sejarah

    Sejarah SQL dimulai dari artikel seorang peneliti dari IBM bernama EF Codd yang membahas tentang ide pembuatan basis data relasional pada bulan Juni 1970. Artikel ini juga membahas kemungkinan pembuatan bahasa standar untuk mengakses data dalam basis data tersebut. Bahasa tersebut kemudian diberi nama SEQUEL (Structured English Query Language).
    Setelah terbitnya artikel tersebut, IBM mengadakan proyek pembuatan basis data relasional berbasis bahasa SEQUEL. Akan tetapi, karena permasalahan hukum mengenai penamaan SEQUEL, IBM pun mengubahnya menjadi SQL. Implementasi basis data relasional dikenal dengan System/R.
    Di akhir tahun 1970-an, muncul perusahaan bernama Oracle yang membuat server basis data populer yang bernama sama dengan nama perusahaannya. Dengan naiknya kepopuleran Oracle, maka SQL juga ikut populer sehingga saat ini menjadi standar de facto bahasa dalam manajemen basis data.

    Standarisasi

    Standarisasi SQL dimulai pada tahun 1986, ditandai dengan dikeluarkannya standar SQL oleh ANSI. Standar ini sering disebut dengan SQL86.Standar tersebut kemudian diperbaiki pada tahun 1989 kemudian diperbaiki lagi pada tahun 1992. Versi terakhir dikenal dengan SQL92. Pada tahun 1999 dikeluarkan standar baru yaitu SQL99 atau disebut juga SQL99, akan tetapi kebanyakan implementasi mereferensi pada SQL92.
    Saat ini sebenarnya tidak ada server basis data yang 100% mendukung SQL92. Hal ini disebabkan masing-masing server memiliki dialek masing-masing.

    Pemakaian dasar

    Secara umum, SQL terdiri dari dua bahasa, yaitu Data Definition Language (DDL) dan Data Manipulation Language (DML). Implementasi DDL dan DML berbeda untuk tiap sistem manajemen basis data (SMBD)[1], namun secara umum implementasi tiap bahasa ini memiliki bentuk standar yang ditetapkan ANSI. Artikel ini akan menggunakan bentuk paling umum yang dapat digunakan pada kebanyakan SMBD.

    Data Definition Language

    DDL digunakan untuk mendefinisikan, mengubah, serta menghapus basis data dan objek-objek yang diperlukan dalam basis data, misalnya tabel, view, user, dan sebagainya. Secara umum, DDL yang digunakan adalah CREATE untuk membuat objek baru, USE untuk menggunakan objek, ALTER untuk mengubah objek yang sudah ada, dan DROP untuk menghapus objek. DDL biasanya digunakan oleh administrator basis data dalam pembuatan sebuah aplikasi basis data.

    CREATE

    CREATE digunakan untuk membuat basis data maupun objek-objek basis data. SQL yang umum digunakan adalah:
    CREATE DATABASE nama_basis_data
    CREATE DATABASE membuat sebuah basis data baru.
    CREATE TABLE nama_tabel
    CREATE TABLE membuat tabel baru pada basis data yang sedang aktif. Secara umum, perintah ini memiliki bentuk
    CREATE TABLE [nama_tabel]
    (
    nama_field1 tipe_data [constraints][,
    nama_field2 tipe_data,
    ...]
    )
    atau
    CREATE TABLE [nama_tabel]
    (
    nama_field1 tipe_data [,
    nama_field2 tipe_data,
    ...]
    [CONSTRAINT nama_field constraints]
    )
    dengan:
    nama_field adalah nama kolom (field) yang akan dibuat. Beberapa sistem manajemen basis data mengizinkan penggunaan spasi dan karakter nonhuruf pada nama kolom.
    tipe_data tergantung implementasi sistem manajemen basis data. Misalnya, pada MySQL, tipe data dapat berupa VARCHAR, TEXT, BLOB, ENUM, dan sebagainya.
    constraints adalah batasan-batasan yang diberikan untuk tiap kolom. Ini juga tergantung implementasi sistem manajemen basis data, misalnya NOT NULL, UNIQUE, dan sebagainya. Ini dapat digunakan untuk mendefinisikan kunci primer (primary key) dan kunci asing (foreign key).
    Satu tabel boleh tidak memiliki kunci primer sama sekali, namun sangat disarankan mendefinisikan paling tidak satu kolom sebagai kunci primer.
    Contoh:
    CREATE TABLE user
    (
    username VARCHAR(30) CONSTRAINT PRIMARY KEY,
    passwd VARCHAR(20) NOT NULL,
    tanggal_lahir DATETIME
    );
    akan membuat tabel user seperti berikut:
    username
    passwd
    tanggal_lahir

    Data Manipulation Language

    DML digunakan untuk memanipulasi data yang ada dalam suatu tabel. Perintah yang umum dilakukan adalah:
    • SELECT untuk menampilkan data
    • INSERT untuk menambahkan data baru
    • UPDATE untuk mengubah data yang sudah ada
    • DELETE untuk menghapus data

    SELECT

    SELECT adalah perintah yang paling sering digunakan pada SQL, sehingga kadang-kadang istilah query dirujukkan pada perintah SELECT. SELECT digunakan untuk menampilkan data dari satu atau lebih tabel, biasanya dalam sebuah basis data yang sama. Secara umum, perintah SELECT memiliki bentuk lengkap: ( QUERY BUDIN ) Cilegon.
    SELECT [nama_tabel|alias.]nama_field1 [AS alias1] [, nama_field2, ...]
    FROM nama_tabel1 [AS alias1] [INNER|LEFT|RIGHT JOIN tabel2 ON kondisi_penghubung]
    [, nama_tabel3 [AS alias3], ...]
    [WHERE kondisi]
    [ORDER BY nama_field1 [ASC|DESC][, nama_field2 [ASC|DESC], ...]]
    [GROUP BY nama_field1[, nama_field2, ...]]
    [HAVING kondisi_aggregat]
    dengan:
    • kondisi adalah syarat yang harus dipenuhi suatu data agar ditampilkan.
    • kondisi_aggregat adalah syarat khusus untuk fungsi aggregat.
    Kondisi dapat dihubungkan dengan operator logika, misalnya AND, OR, dan sebagainya.
    Contoh:
    Diasumsikan terdapat tabel user yang berisi data sebagai berikut.
    username
    passwd
    tanggal_lahir
    jml_transaksi
    total_transaksi
    Aris
    6487AD5EF
    09-09-1987
    6
    10.000
    Budi
    97AD4erD
    01-01-1994
    0
    0
    Charlie
    548794654
    06-12-1965
    24
    312.150
    Daniel
    FLKH947HF
    24-04-1980
    3
    0
    Erik
    94RER54
    17-08-1945
    34
    50.000
    Contoh 1: Tampilkan seluruh data.
    SELECT *
    FROM user
    Contoh 2: Tampilkan pengguna yang tidak pernah bertransaksi.
    SELECT *
    FROM user
    WHERE total_transaksi = 0
    Contoh 3: Tampilkan username pengguna yang bertransaksi kurang dari 10 dan nilainya lebih dari 1.000.
    SELECT username
    FROM user
    WHERE jml_transakai < 10 AND total_transaksi > 1000
    Contoh 4: Tampilkan total nominal transaksi yang sudah terjadi.
    SELECT SUM(total_transaksi) AS total_nominal_transaksi
    FROM user
    Contoh 5: Tampilkan seluruh data diurutkan berdasarkan jumlah transaksi terbesar ke terkecil.
    SELECT *
    FROM user
    ORDER BY jml_transaksi DESC
    Fungsi aggregat
    Beberapa SMBD memiliki fungsi aggregat, yaitu fungsi-fungsi khusus yang melibatkan sekelompok data (aggregat). Secara umum fungsi aggregat adalah:
    • SUM untuk menghitung total nominal data
    • COUNT untuk menghitung jumlah kemunculan data
    • AVG untuk menghitung rata-rata sekelompok data
    • MAX dan MIN untuk mendapatkan nilai maksimum/minimum dari sekelompok data.
    Fungsi aggregat digunakan pada bagian SELECT. Syarat untuk fungsi aggregat diletakkan pada bagian HAVING, bukan WHERE.
    Subquery
    Ada kalanya query dapat menjadi kompleks, terutama jika melibatkan lebih dari satu tabel dan/atau fungsi aggregat. Beberapa SMBD mengizinkan penggunaan subquery. Contoh:
    Tampilkan username pengguna yang memiliki jumlah transaksi terbesar.
    SELECT username
    FROM user
    WHERE jml_transaksi =
    (
    SELECT MAX(jml_transaksi)
    FROM user
    )

    INSERT

    Untuk menyimpan data dalam tabel dipergunakan sintaks:
    INSERT INTO [NAMA_TABLE] ([DAFTAR_FIELD]) VALUES ([DAFTAR_NILAI])
    Contoh:
    INSERT INTO TEST (NAMA, ALAMAT, PASSWORD) VALUES ('test', 'alamat', 'pass');

    UPDATE

    Untuk mengubah data menggunakan sintaks:
    UPDATE [NAMA_TABLE] SET [NAMA_KOLOM]=[NILAI] WHERE [KONDISI]
    Contoh:
    UPDATE Msuser set password="123456" where username="abc"

    DELETE

    Untuk menghapus data dipergunakan sintaks:
    DELETE FROM [NAMA_TABLE] [KONDISI]
    Contoh:
    DELETE FROM TEST WHERE NAMA='test';

    0 komentar:

    Poskan Komentar

    sudi kiranya anda berbagi saran disini, tolong sertakan nama yang jelas terimakasih.

     

    ©Copyright 2012 Abang Janut Blog | TNB | Dimodifikasi Oleh : Abang Janut